Selasa, 13 Oktober 2026

Terbit : Kam, 02 Maret 2023

Muqaddimah : Mengawali Setiap Kebaikan dengan Mengingat Allah SWT

Oleh : Muamalah
Muqaddimah : Mengawali Setiap Kebaikan dengan Mengingat Allah SWT

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, kesempatan, serta berbagai nikmat yang tidak akan pernah mampu kita hitung satu per satu.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

🌿 Apa Itu Muqaddimah?

Muqaddimah secara sederhana berarti pembukaan atau pendahuluan. Dalam sebuah kegiatan keagamaan, ceramah, pengajian, maupun tausiyah, muqaddimah menjadi bagian awal yang mengantarkan seseorang sebelum masuk kepada pembahasan utama.
Namun, muqaddimah bukan sekadar rangkaian kata pembuka. Muqaddimah menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, penghormatan kepada Rasulullah SAW, serta pengingat bahwa setiap ilmu dan kebaikan yang kita lakukan pada hakikatnya adalah atas pertolongan Allah SWT. Karena itu, sudah semestinya setiap kegiatan yang baik diawali dengan mengingat dan memuji Allah SWT.

📖 Mengawali dengan Bismillah

Salah satu kalimat yang sangat sederhana tetapi memiliki makna yang besar adalah:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Membaca basmalah mengajarkan kepada kita untuk menyandarkan setiap aktivitas kepada Allah SWT.
Ketika kita belajar, kita mengingat Allah.
Ketika kita bekerja, kita mengingat Allah.
Ketika kita mengajar, kita mengingat Allah.
Ketika kita berkumpul dalam majelis ilmu, kita juga mengingat Allah.

Dengan demikian, aktivitas yang kita lakukan tidak hanya menjadi kegiatan duniawi, tetapi dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan cara yang benar.

🤲 Mengawali dengan Pujian kepada Allah

Dalam setiap muqaddimah, kita juga mengenal kalimat:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Kalimat tersebut mengingatkan kita bahwa seluruh nikmat yang kita rasakan berasal dari Allah SWT.
Nikmat kesehatan, waktu, keluarga, ilmu, rezeki, bahkan kesempatan untuk hadir dalam majelis ilmu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Terkadang kita baru menyadari nilai sebuah nikmat ketika nikmat tersebut telah hilang. Maka, jangan menunggu kehilangan untuk bersyukur. Selagi Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk hidup, mari gunakan kesempatan tersebut untuk memperbanyak kebaikan.

🌹 Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Setelah memuji Allah SWT, muqaddimah juga biasanya dilanjutkan dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Membaca shalawat bukan hanya menjadi bagian dari pembukaan tausiyah, tetapi juga merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Beliau adalah teladan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan. Melalui ajaran dan keteladanan beliau, kita belajar tentang kejujuran, kesabaran, kasih sayang, akhlak, serta bagaimana menjadi seorang Muslim yang baik.

📚 Muqaddimah sebagai Pengingat Diri

Sebelum memberikan nasihat kepada orang lain, hendaknya kita juga mengingatkan diri sendiri. Sebab ilmu bukan hanya untuk disampaikan, tetapi juga untuk diamalkan. Jangan sampai lisan kita mengajak orang lain berbuat baik, tetapi diri kita sendiri justru jauh dari kebaikan tersebut. Jangan sampai kita pandai berbicara tentang kesabaran, tetapi mudah marah. Jangan sampai kita mengajarkan keikhlasan, tetapi masih mengharapkan pujian. Dan jangan sampai kita mengajak orang lain mendekat kepada Allah, tetapi diri kita sendiri justru semakin jauh. Karena itu, setiap majelis ilmu hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar, mengingat, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

🌙 Majelis Ilmu adalah Kesempatan yang Berharga

Ketika kita berkumpul dalam sebuah majelis untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir, mendengarkan tausiyah, atau mempelajari ilmu agama, jangan menganggapnya sebagai kegiatan biasa. Bisa jadi, majelis yang kita hadiri hari ini menjadi salah satu sebab Allah memberikan keberkahan dalam kehidupan kita. Bisa jadi, satu ilmu yang kita dengarkan hari ini mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Dan bisa jadi, satu nasihat yang kita sampaikan kepada orang lain menjadi amal yang terus memberikan manfaat. Maka, mari kita hadir dalam majelis ilmu dengan niat yang ikhlas, hati yang terbuka, dan keinginan untuk memperbaiki diri.

❤️ Awali dengan Niat yang Baik

Pada akhirnya, setiap kebaikan hendaknya dimulai dengan niat yang baik. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya:
“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka sebelum memulai sebuah kegiatan, mari kita luruskan niat. Kita hadir bukan hanya karena kebiasaan. Bukan hanya karena ajakan orang lain. Bukan hanya karena ingin berkumpul. Tetapi kita niatkan untuk mencari ridha Allah SWT, menambah ilmu, memperbaiki diri, dan mendapatkan keberkahan dari setiap kegiatan yang kita lakukan.

🤲 Penutup

Mari kita biasakan mengawali setiap kebaikan dengan mengingat Allah SWT. Awali dengan basmalah, syukuri nikmat-Nya, bershalawat kepada Rasulullah SAW, dan luruskan niat dalam setiap amal yang kita kerjakan. Semoga setiap majelis ilmu yang kita hadiri menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, setiap ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, dan setiap kebaikan yang kita lakukan mendapatkan keberkahan serta ridha-Nya.

اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَزِدْنَا عِلْمًا

“Ya Allah, berilah kami manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan kepada kami, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, dan tambahkanlah ilmu kepada kami.”

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Musola Al Ikhlas Depok Pamulihan
jl. Taryono Rt 01 Rw 02, dusun depok, desa pamulihan, kec. karang pucung, kab. cilacap
Luas Area104 m2
Luas Bangunan104 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1990
  • Selamat datang di Musola Al Ikhlas Depok Pamulihan MAMUSDA Kunjungi Kami